Minggu, 28 Juli 2013

Apa Penyebab Kanker Hati?

penyebab kanker hati
Kanker Hati
Apa sebenarnya penyebab kanker hati? Sebenarnya penyebabnya sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun, kanker ini biasanya cenderung terjadi pada hati yang  sudah rusak karena cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau infeksi kronis akibat penyakit seperti terlalu banyaknya kadar besi dalam hati dan sirosis hati. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kanker hati.

  • Bahan kimia tertentu seperti vinil klorida dan arsen. 
  • Risiko kanker hati meningkat pada usia lebih dari 40 tahun dan kejadiannya lebih banyak ditemukan oleh pria.
  • Gaya hidup yang kurang baik seperti terlalu banyak begadang, merokok, dan konsumsi alkohol.  
  • Sama seperti penyebab kanker lainnya, sebut saja kanker paru-paru, kanker usus, kanker payudara makanan yang kita makan juga ikut berperan menyebabkan kanker hati, tentunya makanan-makanan yang kurang sehat, dan sebagainya.
  • Organ hati sudah terkena Sirosis hati

Adapun beberapa penyebab kanker hati akan dijelaskan sebagai berikut.

Kejadian kanker dapat menyerang semua usia dan golongan. Meskipun demikian,  risiko kanker lebih besar saat orang telah berusia lebih dari 40 tahun.Berdasarkan jenis kelamin, kejadian kanker hati lebih banyak ditemukan pada pria.

Menurut penelitian Hadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin yang menggunakan desain case  series,  umur  rata-rata  penderita kanker hati  yaitu 50,3 dan  berdasarkan jenis kelamin, tertinggi pada pria dengan proporsi 81,38%  dan terendah pada wanita dengan proporsi 18,62%.

Sirosis hati merupakan faktor risiko utama kanker hati di dunia dan melatarbelakangi lebih dari 80% kasus kanker hati. Setiap tahun 3-5% dari pasien sirosis hati akan menderita kanker hati, dan kanker hati merupakan  salah satu penyebab kematian pada sirosis hati.

Pada tahun 2002, PMR sirosis hati di dunia yaitu 1,7%.Waktu yang dibutuhkan dari sirosis hati untuk berkembang menjadi kanker hati sekitar 3 tahun.

Konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sirosis hati.  Penggunaan alkohol sebagai minuman,  saat ini sangat meningkat di masyarakat.  Peminum berat alkohol (>50-70 gr/ hari dan berlangsung lama) berisiko untuk menderita kanker hati melalui sirosis hati alkoholik. Mekanisme penyakit hati akibatkonsumsi alkohol masih belum pasti, diperkirakan mekanismenya yaitu sel hati mengalami fibrosis dan destruksi protein yang berkepanjangan akibat metabolisme alkohol yang menghasilkan  acetaldehyde. Fibrosis yang terjadi merangsang pembentukan kolagen. Regenenerasi sel tetap terjadi tetapi tidak dapat mengimbangi kerusakan sel. Penimbunan kolagen terus berlanjut, ukuran hati mengecil, berbenjol-benjol dan mengeras sehingga  terjadi sirosis hati.

Sirosis hati dijumpai di seluruh negara, tetapi kejadiannya berbeda-beda tiap negara, di negara Barat etiologi sirosis hati tersering diakibatkan oleh  alkohol.

Menurut penelitian Coon dkk. (2008) di Nottingham dengan desain cohort, RR pada peminum alkohol 2,34 untuk terkena kanker hati, RR HBV yaitu 6,41  dan RR HCV yaitu  1,39.

Sedangkan di Indonesia terutama diakibatkan infeksi virus hepatitis B dan C. Virus hepatitis B menyebabkan sirosis hati sebesar 40-50%, virus hepatitis C sebesar 30-40% dan 10-20% penyebabnya tidak diketahui.

Menurut  penelitian Rasyid (2006) di Medan  dengan menggunakan desain case series,  pada 483 penderita kanker hati ditemukan 232 orang (63%) menderita sirosis hati, 91 orang hepatitis B (25%) dan 44 orang (12%) hepatitis C, dengan jumlah seluruhnya  367 orang (76%). Sedangkan 116 orang lagi (24%) tidak berhubungan sama sekali dengan sirosis hati, hepatitis B ataupun hepatitis C.

Dari hasil penelitian Nurhasni (2007) di RS Haji Medan dengan desain case series  pada 164 penderita sirosis hati, 35 orang (21,3%) sudah mengalami komplikasi kanker hati.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab pada kanker hati. Memang kanker ini sangatlah berbahaya, untuk itu mari mencegahnya dengan obat tradisional kanker, karena lebih aman dan efek samping yang kecil. Kalau anda perlu obat ini, bisa dibaca artikel tentang obat herbal kanker hati.

Semoga bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyebab kanker hati.
Read more ...
Rabu, 17 Juli 2013

Mengenal Kanker Hati Lebih Jauh

kanker hati
kanker hati
Kanker adalah pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel baru pada suatu organ yang tumbuh abnormal, cepat, dan tidak terkendali dengan bentuk, sifat, dan gerakan yang berbeda dari sel asalnya serta merusak bentuk dan fungsi sel asalnya. Sedangkan kanker hati adalah pertumbuhan sel yang abnormal, cepat, dan tidak terkendali pada hati sehingga merusak bentuk dan fungsi organ hati.

Kanker hati adalah kanker yang muncul di organ hati. Tanda dan gejala klinis yang dapat ditemukan antara lain hepatomegali atau pembesaran hati, sakit perut, ikterus, atau gangguan hati lainnya.

Kanker ini merupakan kanker ganas yang dibentuk dari sel-sel yang membentuk hati. Kanker hati sering disebut sebagai penyakit diam karena pasien seringkali tidak mengalami gejala sampai kanker pada tahap lanjut sehingga jarang ditemukan pada stadium awal.

Seperti pada gejala kanker pada umumnya, beberapa pasien mungkin mengalami gejala seperti sakit di perut sebelah kanan atas melalui bagian belakang dan bahu, berat badan, kehilangan nafsu makan, kelelahan, mual, muntah, demam, dan penyakit kuning. Namun, meskipun ada bebarapa gejala seperti ditas, sebaiknya periksakan terlebih dahulu ke dokter.

Kanker pada hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker pada hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.

Angka Kejadian Kanker Hati

Bagaimana dengan angka kejadian kanker ini? Sebuah penelitian selama ini menemukan tingkat kejadian kanker hati bagi pria dan wanita meningkat pada tahun 1993-2002 untuk delapan dari 32 pendaftar kanker dipertimbangkan dalam analisis. Peningkatan ini terbatas pada negara-negara ekonomi maju Eropa Barat, Amerika Utara, dan Oseania dan mungkin sebagian karena infeksi HCV kronis meningkat sebagai akibat dari transfusi darah dan jarum terkontaminasi diskrining digunakan untuk tujuan medis dan dengan penggunaan narkoba yang meluas intravena pada dekade-dekade sebelumnya .

Sebaliknya, angka kejadian menurun pada kedua pria dan wanita di lima pendaftar termasuk tiga di Asia. Meskipun demikian, tingkat insiden di negara-negara Asia tetap 3-4 kali lebih tinggi daripada di daerah berisiko rendah dengan tingkat peningkatan.

Itulah sekilas tentang kanker hati, tentu saja kanker ini sangat berbahaya jadi mari lebih waspada. Lakukan pencegahan kanker sedini mungkin. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.  Orang dengan gaya hidup yang buruk akan lebih mudah terkena kanker ini. Seperti kebiasaan begadang yang kelewatan.

Untuk mencegah kanker ini, tentu saja harus menerapkan pola hidup yang sehat. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara pencegahan kanker. Semua pencegahan dan pengobatan kanker disarankan menggunakan obat tradisional kanker. Karena biasanya lebih aman dan murah.

Kalau anda memerlukan obat herbal untuk kanker hati ini, baca artikel obat herbal kanker hati. Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker hati ini.
Read more ...
Senin, 15 Juli 2013

Waspada, Inilah Penyebab Kanker Serviks!

penyebab kanker serviks
HPV sebagai Penyebab Kanker Serviks
Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV).  Saat ini terdapat 138 jenis HPV  yang sudah dapat teridentifikasi yang 40 di antaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Beberapa tipe HPV virus risiko rendah jarang menimbulkan kanker, sedangkan tipe yang  lain bersifat virus risiko tinggi.  Baik tipe risiko tinggi maupun tipe risiko  rendah dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada sel tetapi pada  umumnya hanya HPV tipe risiko tinggi yang dapat memicu kanker. 

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa lebih dari 90% kanker leher rahim disebabkan oleh tipe 16 dan 18. Yang membedakan antara HPV risiko tinggi dengan HPV risiko rendah adalah satu asam amino saja. Asam amino tersebut adalah aspartat pada HPV risiko tinggi dan glisin pada HPV risiko rendah dan sedang (Gastout et al, 1996).  Dari kedua tipe ini HPV 16 sendiri menyebabkan lebih dari 50% kanker leher rahim. Seseorang yang sudah terkena infeksi HPV 16 memiliki resiko  kemungkinan terkena kanker leher rahim sebesar 5%.  Dinyatakan pula bahwa tidak terdapat perbedaan probabilitas terjadinya kanker serviks pada infeksi HPV-16 dan infeksi HPV-18 baik secara sendiri-sendiri maupun bersamaan (Bosch et al, 2002).  Akan tetapi sifat onkogenik HPV-18 lebih tinggi daripada HPV-16 yang dibuktikan pada sel kultur dimana transformasi HPV-18 adalah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan HPV-16.  

Selain itu, didapatkan pula bahwa respon imun pada HPV-18 dapat meningkatkan virulensi virus dimana mekanismenya belum jelas. HPV-16 berhubungan dengan skuamous cell carcinoma serviks sedangkan HPV-18 berhubungan dengan adenocarcinoma serviks.  Prognosis dari adenocarcinoma kanker serviks lebih buruk dibandingkan squamous cell carcinoma. Peran infeksi HPV sebagai faktor risiko mayor kanker serviks telah mendekati kesepakatan, tanpa mengecilkan arti faktor risiko minor seperti umur, paritas, aktivitas seksual dini/prilaku seksual, dan meroko, pil kontrasepsi, genetik, infeksi virus lain dan beberapa infeksi kronis lain pada serviks seperti klamidia trakomatis dan HSV-2 (Hacker, 2000).

Faktor Resiko yang Menjadi Penyebab Kanker Serviks


Menurut Diananda (2007), faktor yang mempengaruhi kanker serviks yaitu :
  • Usia > 35 tahun mempunyai risiko tinggi terhadap kanker leher rahim.  Semakin tua usia  seseorang, maka semakin meningkat risiko terjadinya kanker laher rahim. 
  • Usia pertama kali menikah. Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu muda untuk  melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker leher rahim 10-12 kali lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun. 
  • Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi, dan sering berganti-ganti pasangan.  Berganti-ganti pasangan akan memungkinkan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya  Human Papilloma Virus (HPV).   Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak sehingga tidak terkendali sehingga menjadi kanker.
  • Penggunaan antiseptik.  Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan  antiseptik maupun deodoran akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.
  • Wanita yang merokok.  Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker  serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.  Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita  perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok.  Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.  Nikotin, mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan,  paru-paru maupun serviks.  Namun tidak diketahui dengan pasti berapa banyak jumlah nikotin yang dikonsumsi yang bisa menjadi penyebab kanker serviks ini.
  • Riwayat penyakit kelamin seperti kutil genitalia.  Wanita yang terkena penyakit akibat hubungan seksual berisiko terkena virus HPV, karena virus HPV diduga sebagai penyebab utama terjadinya kanker leher rahim sehingga wanita yang mempunyai riwayat penyakit kelamin berisiko terkena kanker leher rahim.
  • Paritas (jumlah kelahiran).  Semakin tinggi risiko pada wanita dengan banyak anak, apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu pendek. Dari berbagai literatur yang ada, seorang perempuan yang sering melahirkan (banyak anak) termasuk golongan risiko tinggi untuk terkena penyakit kanker leher rahim.  Dengan seringnya seorang ibu melahirkan, maka akan berdampak pada seringnya terjadi perlukaan di organ reproduksinya yang akhirnya dampak dari luka tersebut akan memudahkan timbulnya  Human  Papilloma Virus  (HPV) sebagai penyebab terjadinya penyakit kanker leher rahim.
  • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama.  Penggunaan kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka lama yaitu lebih dari 4 tahun dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim 1,5-2,5 kali.  Kontrasepsi oral mungkin dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim karena jaringan leher rahim merupakan salah satu sasaran yang disukai oleh hormon steroid perempuan. 

Itulah beberapa penjelasan yang cukup detail mengenai penyebab kanker serviks. Untuk pengobatan kanker ini bisa dibaca di artikel obat herbal kanker serviks. Terimakasih telah membaca artikel penyebab kanker serviks!
Read more ...
Kamis, 11 Juli 2013

Waspada Kanker Mata! Lihat Selengkapnya di Sini!

kanker mata
Pemeriksaan Kanker Mata
Kanker mata adalah kanker yang terjadi pada daerah di belakang mata yang peka terhadap cahaya pada retina. Kanker mata dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, namun pada umumnya penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Berdasarkan penelitian American Cancer Society, banyaknya anak-anak yang didiagnosis terserang kanker mata mencapai 200 orang setiap tahun. Kanker dapat menyerang salah satu maupun kedua mata dengan cara menyebar ke kantung mata dan ke otak (melalui saraf penglihatan).

Apa Penyebabnya?

Apa yang menyebabkan kanker pada organ mata? Dalam sebuah website yang juga menyebutkan tentang kanker ini menyatakan bahwa penyebabnya adalah mutasi genetik atau gen, dapat disebabkan juga dengan oleh kurangnya pigmen tepi kelopak mata, terkena sinar matahari terlalu lama, terutama oleh pengaruh radiasi ultraviolet yang kuat, atau kekurangan gizi.

Bagaimana Gejalanya?

Apa saja gejala-gejalanya? Kanker mata saat ini tergolong kanker yang jarang, namun meskipun begitu, harus tetap waspada. Bahkan kanker ini bisa menyerang anak-anak. Pada anak-anak usia 5 tahun atau pada usia yang lebih awal, tetapi pada anak-anak dibawah usia 4 tahun harus memberikan perhatian khusus terhadap reflektif mata. Jika ditemukan reflektif mata tidak normal atau terjadi mata menonjol dalam gumpalan harus segera dibawa ke rumah sakit specialis mata, jika terjadi luka yang parah harus segera dilakukan pengobatan dini. Untuk diagnosis dini kanker mata akan mendapatkan kesempatan pengobatan yang relative tinggi.

Apa Pengobatan kanker mata?

Apa saja pengobatan kanker ini? Karena kanker mata termaksud salah satu dari jenis kanker, maka dari itu dari segi medis metode pengobatan semua kanker dapat dilakukan pada kanker pada organ mata. 

1. Pembedahan
2. Terapi pembekuan :
3. Terapi radiasi
4. Kemoterapi  
5. Imunotheraphy tumor :


Apa Metode pengobatan paling baik?

Kalau kanker sudah sangat besar maka metode pembedahan sudah tidak bisa dilakukan lagi. Pengobatan terbaik adalah dengan menggunakan kemoterapi atau dengan obat tradisional kanker. Karena menggunakan obat herbal sering kali juga memberikan hasil yang menakjudkan.


Bagaimana Pencegahan dan perawatan kanker ini?

Sebaiknya lakukan pencegahan terhadap kanker ini. Apabila ditemukan kanker pada organ mata pada anak tidak ada cara pencegahan. Namun melalui pelatihan untuk dokter mata anak, dokter dapat menyelamatkan anak dari kebutaan dan kematian.

Bagi orang dewasa, biasanya perhatikan kebersihan mata, lakukan pemeriksaan secara teratur untuk memastikan kesehatan organ mata kita.

Jika Anda Sedang Mencari Obat Kanker kami sarankan untuk berkunjung ke Toko Herbal Online Terpercaya kami.

Itulah beberapa penjelasan tentang kanker pada organ mata. Terimakasih dan semoga artikel tentang kanker mata ini bermanfaat untuk anda!
Read more ...

Mengenal Kanker Saluran Empedu

kanker saluran empedu
Kanker saluran empedu
Kanker saluran empedu atau kolangio karsinoma saat ini cukup banyak ditemukan pada keganasan sistem pencernaan, terjadi pada sekitar 10-15% penderita keganasan. Perjalanan dan sebab penyakit atau patogenesis masih belum diketahui secara jelas, mungkin berkaitan dengan batu empedu, radang kronis, adenoma, polip dan  sebagainya.

Pengobatan Kanker

Pembedahan merupakan salah satu pilihan terapi, namun karena penyakit ini mempunyai gejala klinis yang tidak spesifik, kadang sulit didiagnosa dini dan pembedahan menjadi sulit dilakukan.  Oleh karena itu kemoterapi menjadi salah satu alternatif pilihan pengobatan lainnya.

Selain itu, bisa juga pengobatan kanker dengan obat herbal. Ini pengobatan yang relatif aman, terutama obat tradisional kanker yang sudah terbukti berkhasiat. Tentunya harus mencari yang paling ideal dan akan lebih baik kalau anda juga mengutamakan kehalalan pengobatan.

Bagaimana Gejala Kanker Saluran Empedu?

Gejala-gejala kanker pada saluran empedu seperti sakit perut, mual dan muntah-muntah dan sebagainya. Secara lebih rinci bisa dijelaskan dibawah ini.

Perut terasa sakit
Biasanya penderita kanker pada bagian empedu akan mengalami rasa sakit yang terjadi di sisi kanan. Rasa sakitnya cukup kuat dan mungkin tiba-tiba dan parah di awal dalam kasus kanker. Kondisi ini membutuhkan perawatan gawat darurat.

Mual dan muntah
Pada stadium dini atau pada tahap lanjut, gejala yang muncul adalah mual, muntah dan kurangnya nafsu makan. Mungkin ada ketidaknyamanan perut kembung, terutama setelah makan berat atau lemak.

Penyakit kuning
Ini berarti hati tidak berfungsi atau ada penyumbatan dalam sistem bilier dan empedu merembes ke dalam darah. Pigmen empedu yang hijau kekuning-kuningan dan disimpan di berbagai bagian tubuh sehingga tubuh bisa berwarna kuning.

Gejala kanker pada saluran empedu lainnya
Gejala lain termasuk kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan dan bisa juga perut bengkak.

Itulah beberapa gejala-gejala kanker pada saluran empedu dan beberapa hal yang berkaitan dengan kanker ini. Tentu saja kanker ini sangat berbahaya, seperti halnya macam-macam kanker yang terjadi yang sudah dijelaskan pada artike-artikel sebelumnya. Ingat sebuah istilah yang sering disebutkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Lakukan pencegahan kanker ini sedini mungkin. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel lainnya. Semua pencegahan dan pengobatan kanker disarankan menggunakan obat herbal kanker yang aman dan murah agar tidak terjadi efek samping parah. Karena banyak juga obat-obat kanker yang tidak aman, seperti pengobatan kanker selain menggunakan obat herbal.

Ada pertanyaan atau hal-hal yang berkaitan, silahkan berkomentar. Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker pada saluran empedu ini.
Read more ...
Selasa, 09 Juli 2013

Mengenal lebih Jauh Mengenai Kanker Ginjal

kanker ginjal
Kanker Ginjal
Apa itu kanker ginjal? Mari kita mengenal lebih jauh tentang kanker ini. Kanker ini adalah salah satu dari macam-macam kanker yang pernah terjadi, dan sesuai dengan namanya, kanker ini terjadi diginjal. Kanker ini dilaporkan pertama kali oleh Grawitz (1883) sehingga dikenal juga dengan tumor Grawitz, sering juga disebut sebagai hipernefroma atau clear cell carsinoma.

Kanker ini sering mengenai penderita pada usia 60an dan 2 atau 3 kali lebih sering pada penderita laki-laki. Penyebab pasti dari tumor ini belum diketahui walaupun secara eksperimen dilaporkan adanya hubungan dengan cycasin, aflatoxin, antibiotik, zat-zat kimia (timah dan cadmium), radiasi dan virus.

Baru-baru ini juga dilaporkan bahwa pada penderita-penderita dengan hemodialisa kronis dijumpai adnya kista ginjal dan kadang-kadang terdapat tumor ginjal. Namun hubungannya yang pasti belum diketahui. Kanker sel ginjal ini merupakan tumor yang berasal dari epiteltubulus ginjal terutama terletak di korteks.

Gejala Kanker Ginjal

Kanker pada organ ginjal ini sebenarnya tidak memberikan gejala-gejala yang nyata pada saat stadium dini, gejalanya bisa dirasakan setelah kanker mulai membesar. Berikut ini beberapa penyebab kanker yang terjadi pada ginjal, beberapa diantaranya adalah gejala-gejala umum.
  • Urine yang keluar disertai dengan adanya darah
  • Karena kanker terus berkembang, sehingga seperti ada benjolan yang semakin terasa dibagian perut.
  • Ada rasa nyeri yang terus menerus pada suatu bagian tubuh terutama dibagian perut.
  • Adanya demam yang tidak diketahui penyebabnya
  • Seperti halnya dengan kanker lainnya, adanya penurunan berat badan yang drastis
  • Seperti halnya pada kanker lainnya, adanya perasaan cepat lelah yang tidak biasa dan tidak nyaman

Jika anda merasa ada beberapa dari gejala diatas, maka segera periksakan diri ke dokter, tetapi meskipun anda mengalami beberapa gejala diatas, bukan berarti anda terkena kanker ginjal, untuk itu, lebih jelasnya adalah

Penyebab Kanker Ginjal

Penyebab pasti dari karsinoma ginjal belum diketahui dengan pasti tetapi terdapat beberapa faktor-faktor resiko antara lain:
  • Merokok. Merokok jelas berbahaya. Tidak hanya menyebabkan kanker pada organ ginjal. Tetapi juga kanker jenis lain seperti penyebab kanker payudara.
  • Kegemukan. Kegemukan sebenarnya adalah penyebab yang cukup umum, karena tidak hanya kanker pada organ ginjal, seperti halnya pada kanker payudara juga bisa disebabkan oleh kegemukan.
  • Tekanan darah tinggi. Hati-hati tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kanker pada organ ginjal.
  • Pekerjaan. Pekerjaan tertentu bisa juga menyebabkan kanker ini.
  • Dyalisis jangka panjang. Bagi orang-orang yang menjalani perawatan pembuangan sisi-sisa sekresi pada ginjal atau yang disebut dyalisis, dapat menimbulkan resiko terhadap penyakit kanker ginjal ini.
  • Zat-zat berbahaya. Zat berbahaya seperti antibiotik, zat-zat kimia (timah dan cadmium).

Itulah sekilas tentang kanker pada kandung kemih. Semoga saja bisa menjawab keingintahuan anda tentang kanker ini.

Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Kita tentu akan sangat waspada terhadap kanker ini. Untuk itu mari mencegahnya sejak dini. Hindari penyebab-penyebab seperti yang sudah disebutkan diatas.  Karena mencegah tentu saja lebih baik dari mengobati. Untuk pencegahan, Lakukan pencegahan kanker ini sedini mungkin. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara pencegahan kanker.

Akan lebih jika pencegahan dan pengobatan menggunakan obat tradisional kanker yang aman dan murah. Perlu obat herbal seperti itu? silahkan saja baca artikel-artikel yang sudah pernah dibahas sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker ginjal ini.
Read more ...
Minggu, 07 Juli 2013

Apa itu Kanker Kandung Kemih?

Kanker kandung kemih
Kanker Kandung Kemih
Apa itu kanker kandung kemih? Jenis kanker apalagi kah ini? Kanker pada kandung kemih adalah salah satu jenis kanker yang menyerang bagian kandung kemih. Kanker ini tumbuh didalam lumen kandung kemih, meskipun pada pertumbuhannya mungkin menginfiltrasi sampai dinding kandung kemih (Luckman and Sorensen. 1993).

Sekilas Tentang Kandung Kemih

Kandung kemih adalah merupakan salah satu organ dalam system perkemihan yang berpungsi sebagai penampung urine,yang berbentuk buah pir (kendi),yang dikelilingi oleh otot yang kuat,berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis medialis.

Kandung kemih terletak dibelakang simpisis pubis didalam rongga panggul. Kandung kemih terdiri dari :
  1. Fundus yaitu bagian yang menghadap kearah belakang dan bawah,bagian ini terpisah dari rectum oleh spatium rectovesikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent,vesika seminalis dan prostat.
  2. Korpus yaitu bagian antara verteks dan fundus.
  3. Verteks yaitu bagian yang meruncing kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis.

Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan :

1. Lapisan sebelah luar (peritoneum ).
2. Tunika muskularis (lapisan otot).
3. Tumika submukosa.
4. lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

Jadi, kanker ini terdapat pada bagian-bagian seperti diatas.

 

Apa Faktor Penyebab Kanker Kandung Kemih?

Faktor penyebab yang mempengaruhi terjadinya kanker pada kandung kemih adalah zat karsinogen, baik eksoghen dari rokok atau bahan kimia atau endogen dari hasil metabolisme. Penyebab lain diduga akibat dari pemakaian analgetik, sitostatik, dan iritasi kronik oleh batu, sistosomiasis (infeksi parasit karena iritasi kandung kemih), atau radiasi.

Kanker pada kandung kemih perlu dibedakan dari tumor ureter yang menonjol da;am kandung kemih, karsinoma prostat, dan hipertrofi prostat lobus median prostat. Untuk membedakan kelainan ini dibutuhkan Endoscopy dan Biopsy,urografi atau IVP,Ct Scen,USG dan sitoscopy.

Tingkat keganasan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu : Deferensiasi baik (G I),sedang (G II),dan kurang berdiferensiasi (G III).

Karsinoma sel transisional dan karsinoma in-situ akan melepaskan sel-sel kanker yang dapat dikenali, pemeriksaan sitologi urine yang baru dan larutan salin yang digunakan sebagai pembilas kandung kemih akan memberikan informasi tentang prognosis paien,khususnya pasien yang beresiko tinggi untuk terjadinya tumor primer kandung kemih.

Itulah sekilas tentang kanker pada kandung kemih. Semoga saja bisa menjawab keingintahuan anda tentang kanker ini.

Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Mencegah tentu saja lebih baik dari mengobati. Untuk pencegahan, Lakukan pencegahan kanker ini sedini mungkin. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara pencegahan kanker. Semua pencegahan dan pengobatan disarankan menggunakan obat tradisional kanker yang aman dan murah. Perlu obat herbal seperti itu? silahkan saja baca artikel-artikel yang sudah pernah dibahas sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker kandung kemih ini.
Read more ...
Sabtu, 06 Juli 2013

Kanker Testis dan Tingkat Kejadiannya

kanker testis
Kanker testis adalah salah satu dari macam-macam kanker yang pernah ada. Kanker ini juga salah satu kanker yang di alami pria selain penyakit kanker prostat. Kanker ini mengalami pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). Kanker ini merupakan tumor ganas pada jaringan testis. Kanker testis dibagi menjadi 2 jenis yaitu sel spermatogonium kanker dan sel spermatogonium non-kanker.

 

Tingkat Kejadian Kanker Testis

Bagaimana dengan tingkat kejadian dari kanker ini? Sebenarnya kasus kanker testis relatif jarang terjadi dalam praktek klinis, terhitung hanya 2% dari seluruh kanker yang terjadi pada kaum laki laki merupakan kanker testis.

Penderita kanker testis umumnya merupakan pria berusia 20-40, pengobatan untuk kanker testis juga umumnya sangat signifikan, kelangsungan hidup penderitanya yang lebih dari 5 tahun mencapai 95% atau bahkan lebih tinggi. Meskipun jarang, namun untuk kaum pria tetap saja harus hati-hati.

Itulah sekilas tentang kanker testis. Semoga saja bisa menjawab keingintahuan anda tentang kanker ini. Bagi pria, tentu saja kanker ini sangat berbahaya, khususnya pada pria dewasa, jadi bagi kaum pria, harus lebih waspada.

Lakukan pencegahan kanker testis sedini mungkin. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara pencegahan kanker. Semua pencegahan dan pengobatan disarankan menggunakan obat tradisional kanker yang aman dan murah.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker testis ini.
Read more ...

Mengenal Penyakit Kanker Tiroid

penyakit kanker tiroid
Penyakit kanker tiroid
Kemarin kita sudah mengenal lebih jauh tentang penyakit kanker pankreas. Kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang penyakit kanker tiroid. Mari kita mengenal lebih jauh tentang kanker ini.

Apakah Penyakit kanker tiroid itu?

Kanker tiroid dapat diartikan sebagai kanker yang berada pada kelenjar tiroid. Sedangkan kelenjar tiroid sendiri berada pada bagian depan leher bawah. Kanker tiroid adalah jaringan tiroid yang telah kankerasi berasal dari tumor ganas pada jaringan epitel tiroid. Secara garis besar, kanker ini dibagi menjadi 4 macam yaitu sebagai berikut:
  1. Anaplastik karsinoma. Merupakan tipe kanker tiroid yang berbahaya dan mudah menyebar dengan cepat. Meskipun tipe ini jarang ditemukan namun tetap harus diwaspadai.
  2. Karsinoma folikule. Karsinoma folikuler termasuk kanker tiroid dimana sel kanker yang mudah muncul dan penyebarannya sangat cepat.
  3. Medullary karsinoma. Medullary karsinoma adalah sel kanker non tiroid yang biasanya muncul dalam kelenjar tiroid. Tipe ini lebih banyak ditemukan dibanding tipe di atas.
  4. Karsinoma papiler. Pada karsinoma papiler ini tidak kalah bahaya dengan anaplastik karsinoma, tipe ini sangat berbahaya dan paling sering menyerang wanita usia subur.

Tingkat Kejadian Kanker Tiroid

Bagaimana tingkat insiden dan tingkat kelangsungan hidup kanker tiroid? Kanker tiroid menempati 1% dari semua kanker yang ada, sering terjadi pada anak-anak dan wanita berusia 40 tahun ke atas, rasio perbandingan antara pria dan wanita adalah 1:2.4. Papiler adenokarsinoma pasca operasi memiliki kelangsungan hidup hingga 5 tahun dengan persentase 90%.
 

Penyebab Kanker Tiroid

Tidak banyak penyebab yang diketahui oleh para ahli, hanya ada sekitar 3 sampai 4 macam saja. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan berbagai jenis lainnya yang ditengarai dapat memicu serangan penyakit ini.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang diyakini para ahli sebagai penyebab penyakit kanker ini :
  • Terapi radiasi yang dilakukan pada anak-anak
  • Radiasi yang ditimbulkan karena terjadi gangguan pada PLTN
  • Adanya riwayat keluarga
  • Penyakit gondok kronis

Perlu diketahui bahwa kanker ini dapat menyerang siapa saja baik wanita ataupun pria, dewasa, remaja bahkan anak-anak sekalipun. Jadi ini sangat berbahaya dan kita harus selalu waspada.

Gejala Kanker Tiroid

Karena menyerang kelenjar tiroid yang mudah terlihat dari luar, maka gejalanya pun mudah dikenali. Meskipun memang pada kasus tertentu gejala kanker tiroid hampir mirip dengan gejala penyakit tenggorokan lainnya. Artinya apabila adanya kelainan pada tenggorokan anda, maka anda harus waspada, apalagi kelainan tersebut berlangsung lama, anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Itulah beberapa hal tentang kanker tiroid. Tentu saja kanker ini sangat berbahaya, jadi kita harus lebih waspada. Apabila adanya kelainan pada sekitar kelenjar tiroid maka anda harus segera memeriksanya, setidaknya anda harus lebih berhati-hati.

Anda juga bisa melakukan pencegahan kanker sedini mungkin. Apapun nama kankernya, harus selalu berhati-hati. Ingat, seperti yang berkali-kali saya katakan dan juga sebuah istilah yang sudah ada dari dulu bahwa “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara mencegah kanker. Semua pencegahan dan pengobatan disarankan menggunakan obat tradisional kanker yang aman dan murah. Perlu obat herbal seperti itu? silahkan saja baca artikel-artikel yang sudah pernah dibahas sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker tiroid ini. Jangan lupa untuk memberikan saran dan kritiknya!
Read more ...
Jumat, 05 Juli 2013

Penyakit Kanker Pankreas dan Tingkat Kejadiannya

penyakit kanker pankreas
penyakit kanker pankreas
Apa itu penyakit kanker pankreas itu? Kanker jenis apalagi ini? Ya, memang sangat banyak sekali macam-macam kanker yang pernah terjadi pada manusia. Ada banyak jenis kanker yang akan dibahas di blog ini. Kanker pankreas hanya salah satunya saja.  Kanker pankreas ini merupakan kanker yang terjadi pada organ pankreas. Jadi untuk lebih mengenal kanker ini, ada baiknya juga mengenal organ pankreas.

Mengenal Sekilas Organ Pankreas

Pankreas mempunyai dua  fungsi endokrin dan eksokrin, berasal dari  sel kanker endokrin, disebut kanker karsinoma neuroendokrin, relatif jarang ditemukan, Karsinoma neuroendokrin dalam banyak kasus  tingkat keganasannya  relatif  rendah, proses  penyakitnya  agak  panjang,  cara  pengobatan  dengan  kanker  pankreas  yang  sering ditemukan juga berbeda. Berasal dari sel kanker eksokrin, kanker pankreas merupakan sejenis tumor yang sangat ganas.

Tingkat Kejadian Kanker Pankreas

Tingkat terjadinya kanker pankreas di  seluruh  dunia semaikin tahun semakin meningkat. Kasus penyakit kanker ini  banyak  terjadi  pada  orang  usia  lanjut,  laki-laki  lebih  banyak  dari pada perempuan dengan usia 40-65  tahun,  tetapi beberapa  tahun  terakhir  terjadi pada usia yang lebih muda.

Bagaimana dengan tingkat keganasannya? Tingkat keganasan kanker pankreas  sangat  tinggi, dari ditemukannya penyakit  ini sampai meninggal  rata-rata dalam 5 bulan, dengan  tingkat kelangsungan hidup  selama 5  tahun sekitar  5%,  di  kenal  sebagai  “raja  kanker”.  Diantaranya  hanya  terdapat  15-20%  pasien  yang dapat  menerima  operasi,  diantara  40%  pasien  dalam  menerima  operasi  telah  ditemukan penyebaran,  setelah  operasi  tingkat  kelangsungan  hidup  hanya  ada  10%.  Sejalan  dengan kemajuan  teknologi diagnosis yang  semakin meningkat, banyak metode pengobatan baru  yang digunakan, memberikan harapan kelangsungan hidup bagi penderita kanker pankreas.  

Itulah beberapa hal tentang penyakit kanker pankreas. Tentu saja kanker ini sangat berbahaya, jadi kita harus lebih waspada.

Lakukan pencegahan kanker sedini mungkin. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Adapun untuk mencegahnya bisa di baca artikel tentang cara mencegah kanker. Semua pencegahan dan pengobatan disarankan menggunakan obat herbal kanker yang aman dan murah.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker pankreas ini.
Read more ...
Rabu, 03 Juli 2013

Mengenal Lebih Jauh Kanker Nasofaring

kanker nasofaring
Kanker Nasofaring
Kanker nasofaring adalah kanker yang terjadi di area nasofaring. Kanker ini merupakan kanker ganas yang membahayakan apabila diabaikan karena seperti halnya dengan kanker lainnya, kanker ini juga merupakan kanker yang sangat berbahaya dan salah satu pembunuh di masa kini. Kanker ini umumnya menyerang orang tua, anak anak serta sebagian remaja dan pemuda berusia 30 tahun, umumnya kasus kanker ini akan meningkat tajam dalam 40-60 tahun lalu setelah memasuki usia 65 tahun, resiko penyakit ini akan mulai menurun.

Tingkat Kejadian Kanker Nasofaring

Kanker ini terjadi didaerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia, jumlahnya mencapai 60% dari jumlah keseluruhan kanker ganas yang terjadi didaerah kepala dan leher. Sungguh sebuah angkat yang cukup besar dan patut kita waspadai.

Di semua pusat pendidikan dokter di Indonesia dari tahun ke tahun, kanker ini selalu menempati urutan pertama di bidang THT. Frekuensinya hampir merata di setiap daerah. Di RSCM Jakarta saja ditemukan lebih dari 100 kasus per tahun.

Di RS Hasan Sadikin Bandung rata-rata 60 kasus per tahun, Makassar 25 kasus per tahun, Palembang 25 kasus per tahun, Denpasar 15 kasus per tahun, dan di Padang sebanyak 11 kasus per tahun. Frekuensi yang tidak jauh berbeda juga ditemukan di Medan, Semarang, Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian tumor ganas ini merata di seluruh Indonesia.

Pada beberapa kasus, ada perbedaan etnis yang signifikan terjadi pada ras kuning (Cina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina), dan kanker nasofaring ditemukan hanya sedikit pada ras Kaukasia.

Etiologi dan Faktor Resiko Kanker Nasofaring

Beberapa literatur menyebutkan bahwa penyebab kanker pada nasofaring adalah Virus Epstein-Barr, karena pada hampir semua pasien dengan karsinoma nasofaring didapatkan titer anti-virus EB yang cukup tinggi, sedang pada penderita karsinoma lain di saluran pernapasan bagian atas tidak ditemukan titer antibodi terhadap kapsid virus EB ini. Banyak penelitian mengenai perilaku virus ini dikemukakan, tetapi virus ini bukan merupakan satu-satunya faktor, karena banyak faktor lain yang sangat mempengaruhi munculnya tumor ganas ini seperti letak geografis, ras, jenis kelamin, genetik, pekerjaan, lingkungan, kebiasaan hidup, kebudayaan, sosial ekonomi, infeksi bakteri atau parasit.

Tumor ganas ini sering ditemukan pada laki-laki dan sebabnya belum dapat diungkapkan dengan pasti, mungkin ada hubungannya dengan faktor genetik, hormonal, kebiasaan hidup, pekerjaan dan lain-lain. Dari beberapa penelitian dijumpai perbandingan penderita laki-laki dan perempuan adalah 4 : 1. Namun ada penelitian yang menemukan perbandingan laki-laki dan perempuan hanya 2 : 1.

Pada penelitian yang dilakukan di Medan (2008), ditemukan perbandingan penderita laki-laki dan perempuan 3 : 2. Hormon testosteron yang dominan pada laki-laki dicurigai mengakibatkan penurunan respon imun dan surviellance tumor sehingga laki-laki lebih rentan terhadap infeksi VEB dan kanker.

Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah iritasi kronik oleh bahan kimia, asap, kebiasaan memasak dengan bahan atau bumbu masak tertentu, dan kebiasaan makan makanan terlalu panas. Pengaruh genetik terhadap karsinoma nasofaring sedang dalam pembuktian dengan mempelajari cell mediated imunity dari virus EB dan tumor associated antigens pada karsinoma nasofaring. Sebagian besar pasien adalah golongan sosial ekonomi rendah dan hal ini menyangkut pula dengan keadaan lingkungan dan kebiasaan hidup.

Itulah beberapa penjelasan tentang kanker nasofaring. Kalau anda ingin mencegahnya, anda bisa baca artikel cara mencegah kanker di blog ini! Semoga bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel tentang Mengenal Lebih Jauh Kanker Nasofaring.
Read more ...
Senin, 01 Juli 2013

Penyakit Kanker Lambung dan Tingkat Kejadiannya

penyakit kanker lambung
Penyakit Kanker Lambung
Penyakit kanker lambung adalah salah satu dari macam-macam kanker yang sangat berbahaya. Sebenarnya kanker lambung adalah sejenis tumor  jinak  di  lambung  yang agaknya  tidak menimbulkan  gejala  atau masalah medis. Tetapi  kadang-kadang, beberapa mengalami perdarahan atau berkembang menjadi kanker.  Seperti halnya dengan kanker endometrium, kanker prostat dan kanker lainnya, kanker ini lebih sering terjadi pada usia lanjut. 

Tingkat Kejadian Penyakit Kanker Lambung   

Di Cina, Jepang, Cili dan Iceland, kanker pada lambung ini sering sekali ditemukan.  Di AS, lebih sering terjadi pada orang miskin, orang kulit hitam dan orang yang tinggal di utara. Dan merupakan penyebab kematian no 7, yang terjadi pada sekitar 8 dari setiap 100.000 orang. 

Kanker  pada lambung  ini merupakan  keganasan  yang  berasal  dari  mukosa  lambung, dengan  angka  prevalensi  keempat  terbanyak  dari  semua  jenis  kanker  yang  ada,  dan menempati  urutan  kedua  terbanyak  penyebab  kematian  akibat  kanker  di  dunia.

Setiap tahunnya sekitar 880.000 orang yang terdiagnosa sebagai kanker lambung, dan 700.000 orang diantaranya meninggal dunia akibat penyakit ini. Insidensinya  bervariasi  dan  berhubungan  dengan  letak  geografi.  Enam  puluh persen kanker pada lambung terdapat di Negara yang sedang berkembang. Angka insidensi yang  tertinggi ditemukan di Asia bagian Timur, pegunungan Andes Amerika Selatan dan Eropa  bagian Timur,  sementara  insidennya  paling  rendah  di Amerika Utara  dan Eropa Bagian Utara.
 
Di  Jepang,  Chili,  Costa  Rica  dan  Eropa  bagian  Timur,  insidensinya meningkat hingga lebih dari 20 kali dibandingkan Amerika Utara, Eropa bagian Utara, Afrika dan Asia  Tenggara.  Program  skrining  endoskopik  terhadap  massa  telah  berhasil menurunkan insidensi yang tinggi seperti di Negara Jepang, dimana hampir 35% kasus baru  terdeteksi  sebagai  kanker  dini  lambung,  dimana  pertumbuhan  tumor  masih terbatas pada lapisan mukosa dan sub-mukosa lambung.

Namun, program skrining ini membutuhkan  biaya  yang  tinggi  sehingga  bukan  merupakan  biaya efektif pada daerah  dengan  insidensi  rendah,  dan  kasus  yang  terdeteksi  sebagai  kanker  dini lambung  hanya  di  bawah  20%  seperti  Amerika  Utara  dan  Eropa  bagian  Utara. Walaupun  perbedaan  penurunan  angka mortalitas  pada  berbagai  daerah  belum  jelas, namun penurunan insiden kanker lambung yang telah dilaporkan pada berbagai Negara bagian  Barat  lainnya,  menyokong  bahwa  faktor  lingkungan  dan  diet  ikut  berperan dalam perkembangan kanker ini.

Faktor Penyebab Penyakit Kanker Lambung

Sejak ditemukannya Helicobacter pylori oleh Dr. Warren dan Marshall pada tahun 1983,  telah  terjadi  perubahan  di  dunia  kedokteran  terutama  dalam  bidang gastroenterologi. Infeksi  Helicobacter  pylori,  dengan  berbagai  keragaman  insidensi  terjadi di  seluruh dunia. Prevalensi pada orang dewasa berkisar < 15-100% pada daerah yang sedang berkembang, dan pada umumnya menginfeksi pada usia yang lebih muda  dibandingkan Negara  yang  sudah  berkembang.  Ini  berhubungan  dengan status  sosioekonomi  yang  rendah.

Infeksi Helicobacter  pylori, merupakan  ko-faktor  yang  penting  dalam  perkembangan  kelainan  saluran  pencernaan  bagian  atas  seperti  tukak  duodenum  maupun  lambung  (1-2%  dari  pasien  yang  terinfeksi),  infeksi Helicobacter  pylori  juga  dapat  merangsang  terjadinya  perubahan  fenotip  yang mengawali  perkembangan  kanker  lambung  (0,1-3%)  serta  MALT-oma  lambung
 
Dari penelitian  yang  telah dilakukan  sebelumnya, dilaporkan bahwa  pasien yang terdapat  antibodi  anti-Helicobacter  pylori  di  dalam  serumnya  selama  lebih  dari  10 tahun  berisiko  menderita  kanker ini. Helicobacter  pylori  merupakan  patogen lambung  yang penting  di  dalam  berbagai  langkah  kaskade karsinogenik.  Proses  pre-kanker yang panjang, seperti gastritis kronik-gastritis atrofi yang multifokal-metaplasia intestinal dan neoplasia intra-epitel dibutuhkan dalam perkembangan kanker ini.

Secara epidemiologi telah terbukti bahwa perkembangan  kanker lambung adenokarsinoma  mempunyai  hubungan yang  penting  terhadap  infeksi Helicobacter pylori.
 
Itulah seputar kanker pada lambung yang bisa saya sajikan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih telah membaca artikel penyakit kanker lambung ini.
Read more ...